Foto // Pabrik PT API di Bengkulu
Jakarta, Siberindo.co-Mantan Gubernur Bengkulu AG dilaporkan oleh Pengacara dari kantor Eternity Global Lawyer Andreas SH ke Polda Metro Jaya karena diduga menjaminkan Cek kosong dari Bank BNI senilai Rp 30.5 Milyar kepada kliennya.
Hal itu disampaikan Andreas kepada wartawan melalui zoom meeting di Jakarta, Senin (7/12/2020). Menurut Andreas, permasalahan itu berawal dari Bahwa ada pembelian Asset PT TAC di Jalan Dua Jalur Betungan Simpang Kandis Provinsi Bengkulu oleh PT API dengan harga Rp 33 Milyar, dengan perjanjian pembayaran Tiga Kali pembayaran.
” Ada transaksi pembelian Asset pabrik di Bengkulu milik PT TAC yang berlokasi di Jalur Dua Betungan Simpang Kandis Bengkulu oleh PT API dengan harga transaksi Rp 33 Milyar dengan perjanjian Tiga Kali pembayaran”, Jelas Andreas didampingi Ira Kharisma SH MKn rekannya.
Yaitu, kata Andreas, pembayaranan pertama Rp 7.2 Milyar ditransfer ke rek pelapor, kemudian sisanya sebanyak Rp 25 Milyar dicicil sebanyak Dua kali menggunakan Cek, yaitu Cek BNI Rp 10.5 Milyar dan Cek BNI Rp 20 Milyar.
” Pembayaran pertama, kliennya menerima Rp 7.2 Milyar secara transfer, dan sisanya.sebanyak Rp 25 Milyar dicicil Dua Kali, yaitu Cek BNI Rp 10.5 Milyar dan Cek BNI senilai Rp 20 Milyar”, Terang Andreas.
“selanjutnya klien kami terkejut saat mencairkan Cek sejumlah Rp 25 Milyar dari PT API itu, ternyatanya Cek kosong dan PT TAC merasa sudah ditipu oleh PT API senilai Rp 25 Milyar”, tambah Andreas.
Andreas melanjutkan, dalam kasus ini, kami sudah melaporkan AG ke Polda Metro Jaya dengan bukti Surat Laporan : LP/ 1812/III/YAN 2,5/2020/ SPKTMJ) dan sekarang sudah di proses, namun dengan adanya STR Kapolri, Andreas sangat menghargai keputusan penyidik yang sangat profesional untuk menunda proses hukum hingga konteslasi pilkada ini selesai.
” sudah kita laporkan ke Polda Metro dan sudah diproses, sesuai Surat LP nya”, terang Andreas.
Sementara itu AG sendiri sampai saat berita ini tayang tidak merespon konfirmasi dari Deteksionline dan Amunisinews, walau sudah beberapa kali konfirmasi dilayangkan melalui pesan Whats App kepada Adiknya SN untuk disampaikan kepada AG walaupun pesan Whats App tersebut sudah terbaca oleh SN.
Dan juga Deteksionline serta Amunisinews sudah melakukan upaya konfirmasi ke Orang dekatnya AG yaitu DS, dan menurut DS, konfirmasi awak media sudah disampaikan, namun belum ada tanggapan dari AG sendiri.
” Belum ada jawaban Pak, namun sudah disampaikan ke Pak AG”, jawab DS, Rabu (2/12/2020)…(man)










