oleh

Diduga Selewengkan Pupuk Subsidi, Petani Protes

BANGKA SELATAN, TOBOALI – Berhembus kabar penyelewengan pupuk subsidi oleh salah satu pengecer kios pertanian berinisial TH, yang diperuntukan untuk petani Tran SPB Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, menuai protes sejumlah petani lokal.

Pasalnya, TH diduga menyelewengkan pupuk subsidi dengan cara membatasi pembelian namun kenyataannya pembeli lain selain petani lokal bisa membeli melebihi kuota yang ditetapkan.

Menurut salah satu petani yang namanya enggan disebutkan mengatakan, penyaluran pupuk dianggap telah menyalahi aturan. Lantaran dirinya sebagai petani dipersulit oleh TH.

Baca Juga  Pagar Terminal Toboali Roboh, Tak Tersentuh Pembangunan

” Saya dipersulit untuk membeli pupuk subsidi, sedangkan diketahui yang bukan petani disini (petani desa rias, red) boleh membeli bermobil-mobil, kita yang disini wajib ada tanda tangan ketua kelompok karena sudah mengikuti prosedur,” ujarnya. Yang dilansir Siberindo.co dari Beritabangka.com

Selain itu sangat disesalkan olehnya bahwa penyaluran pupuk subsidi tebang pilih dan tidak merata, padahal pupuk merupakan suplemen penting buat padi agar terhindar dari gagal panen di setiap musim.

Baca Juga  Petani Desa Rias Tuntut Ganti Rugi Pengusaha Tambak Udang, Akibat Sawah Terendam Air Laut

Sementara itu, Tahang Husein selaku pemilik kios pertanian di Tran SPB Desa Rias, Kecamatan Toboali, ketika dikonfirmasi para wartawan dikediamannya mengatakan, dirinya menyalurkan pupuk sudah sesuai dengan prosedur dan data.

” Saya sudah sesuai dengan data para petani yang tergabung dalam kelompok tani, dan tentunya yang mendapatkan pupuk subsidi wajib petani lokal, bukan petani yang diluar,” ujarnya, Jumat (25/2/2022).

Tahang pun membenarkan bahwa memang sering petani memprotes atas pembagian pupuk sering telat dan tidak merata.

Baca Juga  Desas Desus Pelantikan Sekda Babar, Antoni : Bukan Pasal Elok Tak Elok, Ini Sesuai Aturan.

“Memang sering petani memprotes, akan tetapi semua pengiriman tergantung pada distributor, kami hanya pengecer jadi pasokan pupuk tergantung pada pemasokan dari sananya (distributor, red),” tandasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun wartawan dilapangan penyebab dari kelangkaan pupuk subsidi disinyalir permintaan yang banyak dari petani dengan perbandingan harga yang signifikan yakni subsidi perkarung dengan berat 50 kilogram harga 120 ribu rupiah dan non subsidi 540 ribu rupiah perkarung 50 kilogram berdasarkan jenis pupuk yang sama.

News Feed