Caption : SPAM desa Kerantai.
Penulis : Zamzami || Editor : Aditya.
SIBERINDO.CO, BANGKABELITUNG, – Kondisi Sistem Pengembangan Air Minum (SPAM) desa Kerantai kecamatan Sungai Selan kab. Bangka Tengah yang dibangun pada tahun 2013 itu, sama halnya dengan SPAM yang ada di kabupaten Bangka Selatan seperti desa Simpang Rimba, Ranggung, Nadung, Pangkalbuluh dan Air Anyir (kab. Bangka) sangat menyedihkan.
Kegiatan yang menggunakan dana APBN miliyar rupiah itu diharapkan dapat mensukseskan program pemerintah dalam menyediakan 100% akses air minum layak konsumsi bagi masyarakat dengan harapan Secara kualitas air dari SPAM akan lebih terjamin dan aman untuk digunakan.
Namun bagi sebagian desa, program SPAM yang selalu digaung – gaung pemerintah tersebut, hanya sebuah harapan dan mimpi.
Berdasarkan temuan okeyboz.com di lokasi, bahwa SPAM di desa kerantai kecamatan sungai selan, sudah lama tidak beroperasi, dan juga diperparah mesin pompa yang rusak serta biaya operasional listrik yang besar menjadi sebuah permasalahan yang bertambah komplek jika SPAM terus beroperasi.
” SPAM tidak lagi beroperasi bang, selain biaya listrik yang tinggi, pipa saluran juga sudah banyak yang rusak, semenjak ada pelebaran jalan kemarin, sedangkan biaya untuk perbaikan tidak ada,” kata Sekretaris Desa Kerantai joko, Kamis (19/8/2021).

Dari Informasi yang didapat, hingga saat ini belum ada penyerahan aset SPAM dari Pemda kepada pihak desa.
” untuk perbaikan dan perawatan mesin, kami tidak ada anggaran, dan hingga saat ini belum ada penyerahan aset dari pemda, sementara kami dituntut untuk menjaga dan merawat dari fasilitas SPAM agar dapat terus berfungsi dan memberikan manfaat,” jelas Joko.
Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bangka tengah melalui Rahmat yang dihubungi okeyboz.com mengatakan terkait SPAM desa Kerantai di Tahun 2014 sudah ada serah terima pengelolaan sementara antara Kepala Satker yang waktu itu Pak Budiman kepada pihak desa yaitu Pak Sardi kepala Desa Kerantai dan itu ada tanda berita acaranya.
” Untuk SPAM desa Kerantai, jadi gmn mereka (pihak desa) yang mengelola SPAM itu mau dijalankan atau pun tidak itu haknya desa karena sudah serahterima pengelolaanya,” kata Rahmat.
Menurut Rahmat, Pada saat diserahkan pengelolaannya tidak ada barang yang rusak kalau kemudian hari sudah rusak mungkin saja karena sudah lama tidak digunakan atau dijalankan.
” Seperti alat dirumah kita lah kalau sudah lama tidak digunakan atau dijalankan pasti rusakkan lama lama,” ungkapnya.
Dijelaskannya, Terkait ini nanti saya akan minta kawan – kawan atau tim langsung turun ke lapangan.
” Jadi kalau bisa kita diskusikan dengan pihak desa ataupun pihak satker, dan itu serah terima pengelolaan ya, bukan serah terima asset. Kalau serah terima asset tetap masih punya PU. Tetapi bukan berarti kita mengelak karena dulu mereka (pihak desa) sudah di kasih tanggung jawab untuk pengelolaan,” tegas Rahmat.
Rahmat juga menjelaskan, Mengenai berkas kegiatan SPAM ada dan lengkap semuanya.
” Tetapi kami tetap ke desa – desa yang mana mengalami kendala, kami punya target mau dihijaukan lagi. Karena program dari pusat desa yang kategori merah akan dihijaukan kembali,” ujar Rahmat
Rahmat juga mengakui ditahun 2018 lalu ada kucuran dana ke SPAM Kerantai untuk perbaikan.
Ditahun 2018 ada kucuran dana untuk perbaikan dan renovasi SPAM tersebut. Dimana mesin ada yang sudah macet atau rusak serta pengurusannya tidak berjalan, tetapi ada juga di desa lain yang berjalan lancar,”tukasnya ( Aditya Okeyboz)

