oleh

Disdikbud Pangkalpinang ‘Bakar’ Ratusan Buku LKS

Penulis : Cepi Marlianto

* Buku LKS Polemik

SIBERINDO, BABEL – Ratusan buku Lembar Kerja Siswa (LKS) Pendidikan Agama Islam yang sempat menimbulkan polemik akhirnya dimusnahkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Sebanyak 374 buku dari tiga Sekolah Dasar tersebut dimusnahkan dengan cara disobek, lalu dimasukan kedalam sebuah tong untuk kemudian dilakukan pembakaran, di halaman kantor Disdikbud Pangkalpinang, Selasa (13/10/2020).

“Jumlahnya itu 379 buku dan ada beberapa buku yang diminta oleh Kejaksaan Negeri untuk sampel laporan, dan satu diminta oleh Kesbangpol,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kadisdikbud Pangkalpinang, Eddy Supriadi.

Baca Juga  DPDRI Dukung Bangka Belitung Revisi Aturan DBH Pertambangan

Kadisdik menjelaskan, dari hasil investigasi yang dilakukan oleh Kejari buku tersebut terjadi kesalahan pengetikan yang mana dalam lembaran LKS halaman 10 tersebut tepat pada soal nomor 15 pilihan ganda bertuliskan “*abi Muhammad SAW menjelaskan, bahwa jujur itu membawa kebaikan dan kebaikan itu menuntun ke surga”. Namun sangat disayangkan dalam penulisannya yang seharusnya Huruf “N” malah tertulis huruf “B” yang bermakna lain hingga menjadi nama hewan.

Baca Juga  Empat Warga Pangkalpinang Positif Corona, Tiga Diantaranya Dari Bandung

Padahal sejak tahun 2013 tidak ada lagi istilah LKS. Sebab materi pembelajaran sudah rigid dan terkontrol sangat ketat melalui pusat perbukuan maupun kurikulum yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Jadi LKS ini kejadiannya mereka (pihak sekolah-red) saat pandemi Covid-19 tidak ada aktivitas disekolah. Jadi untuk membuat aktivitas anak-anak didik dirumah mereka berinisiatif membeli buku diluar kurikulum diluar diluar koordinasi dan intruksi kami Dinas Pendidikan,” paparnya.

Baca Juga  BLT Rp. 24 Juta Cair, Hanya Ratusan Pelaku Usaha Yang Dapat

Guna menghindari kecolongan hal serupa Eddy berharap, pihak sekolah harus lebih berhati-hati lagi dalam membeli buku pembelajaran diluar.

“Mudah-mudahan ini kejadian yang terakhir agar kedepan kita lebih waspada, karena kita tidak tahu buku-buku diluaran itu ada paham apa serta hal apa, kalau ada buku dengan pemahaman terlarang yang tidak baik itu lebih repot lagi . Jadi, kita ambil hikmahnya. Ini juga sebagai sanksi bagi distributor buku,” pungkasnya. (aditya)

Sumber : https://okeyboz.com/index.php/2020/10/13/disdikbud-pangkalpinang-bakar-ratusan-buku-lks/

News Feed