oleh

Pangkalpinang Jadi Prioritas Vaksinasi, Gubernur : Nakes Jangan Berkomentar Tentang Vaksin di Medsos

Penulis : Cepi Marlianto

SIBERINDO, BABEL – Dengan datangnya Vaksin Covid-19 jenis Sinovac buatan Cina tahap pertama sebanyak 6.280 dosis, untuk Provinsi Bangka Belitung (Babel), Gubernur Babel Erzaldi Rosman mengatakan proses vaksinasi akan dipriorotaskan untuk Kota Pangkalpinang.

Hal itu lantaran, Kota Beribu Senyuman tersebut merupakan zona merah atau risiko tinggi dengan kasus kumulatif masyarakat yang terpapar Covid-19 berjumlah 940 orang dengan rician sebanyak 395 orang sedang menjalani perawatan.

Baca Juga  Gubernur dan Wakil Gubernur Babel Pimpin Rakor Percepatan Perhutanan Sosial

“Dalam proses vaksinasi yang akan diprioritaskan pertama yakni Kota Pangkalpinang, kedua Kabupaten Belitung dan Bangka harus dilaksanakan secara serentak. Kemudian, lanjut kekabupaten lainnya sesuai dengan tingkat masyarakat yang terpapar,” kata Erzaldi kepada OkeyBoz.com, Selasa (5/1/2021).

Gubernur menuturkan, setelah datangnya vaksin ini Dinas Kesehatan Provinsi Babel harus segera menentukan road map vaksinasi agar tidak menimbulkan kerumunan terlalu banyak.

“Saya juga minta pengaturan klaster penyuntikannya, jangan sampai nanti misal si A tidak tahu suntik di mana dan si B juga tidak tahu di mana. Maka dari itu harus ada road map. Jangan juga membuat perkumpulan terlalu ramai,” sebutnya.

Baca Juga  Pertumbuhan Ekonomi Babel Tinggalkan Provinsi Lain

Ditambahkan Erzaldi, para Tenaga Kesehatan (Nakes) seperti dokter hingga perawat yang akan divaksinasi tidak perlu ragu akan vaksin ini. Sebab, vaksin telah diteliti oleh para ahli.

“Nakes tidak perlu ragu-ragu akan vaksin ini, karena vaksin ini sudah diteliti oleh ahli Kesehatan. Kita harus mengambil tindakan jangan ragu-ragu. Kalaupun ada masyarakat yang tidak percaya, saya siap di suntik pertama tinggal tentukan dimana, jam berapa, tingal pilih bagian tubuh mana yang mau disuntik.

Baca Juga  Kapolres Bangka Kembali Bagikan Bantuan Sembako

Saya juga minta kepada tenaga medis kalau kita ahlinya jangan berdiskusi di media sosial (medsos-red) jangan berkomentar tentang vaksin. Selama itu sudah diizinkan oleh pemerintah laksanakan,” tegas Gubernur.(aditya)

News Feed