Penulis : Ubed Nurhadi // Editor : Adityawarman
SIBERINDO, BABEL – Bagi para pemuda banyak sekali cara dalam mengabdikan dirinya untuk membangun tanah kelahiran, Bagi Andry (35) bidang pengabdian yang digelutinya mulai dari lingkup terkecil yaitu saat dirinya diminta menjadi ketua RT dilingkunganya dengan berbekal ijazah sekolah menengah atas (SMA).
Sampai saat ini dirinya menjabat sebagai kepala desa Bukit Layang karena dorongan dari teman-teman dan pemuda di desanya yang meminta Andry untuk maju mencalonkan diri memimpin desa.
Pria kelahiran Jakarta 8 Mei 1985 ini mulai Menjabat sebagai kades Bukit Layang pada 10 November 2015 hingga 2021, dalam kurun waktu lima tahun ia memimpin desa Bukit Layang dan sisa satu tahun masa kepemimpinannya.
Desa Bukit Layang yang terdiri dari 16 RT dan 7 dusun dengan luas wilayah kurang lebih 250.000 Ha dengan jumlah penduduk 4000 jiwa dan 1100 lebih kepala keluarga serta dengan masyarakat pluralisme atau beragam.
Meskipun dalam dirinya mengalir darah Chines, pria yang murah senyum ini mampu memimpin dan mengembangkan desanya meski berasal dari minoritas.
Mayoritas penduduk Bukit Layang sendiri umumnya bermata pencaharian dibidang pertanian perkebunan dan pertambangan serta nelayan.
Lima tahun menjabat sebagai kepala desa Bukit Layang suami dari Sri Nani yang memiliki seorang anak laki – laki bernama Betrand Fernandes ini mampu mendapat prestasi atas kerjanya baik dari pemerintah daerah maupun provinsi.
Dimasa kepemimpinannya, guna meningkatkan ekonomi masyarakat desa ia membentuk kelompok usaha bersama (kuber) dengan memanfaatkan dana dari menteri sosial senilai 20 juta perkelompok sosial, yang terdiri dari 10 orang per kelompok. Dan saat ini sudah ada 4 kuber yang berjalan.
Serta abolay (abon lele bukit layang) yang sekarang banyak digeluti ibu rumah tangga sekaligus menjadi progam desa untuk mengembangkan perekonomian.
Selain itu, dengan segudang prestasi laki – laki bertubuh tinggi ini mampu mengolah lahan eks tambang yang ada di dusun 7 Cungvo desa Bukit Layang, dengan kurun waktu 3 tahun mampu disulap menjadi ekowisata bagi masyarakat Bukit layang meskipun belum sepenuhnya selesai.
Sementara dalam bidang pendidikan, Program desa yang sangat peduli bagi masyarakat yaitu memberikan penghargaan bagi siswa siswi yang berprestasi, serta bagi siswa-siswi yang kurang mampu dan berprestasi dengan cara, dicarikan bapak asuh hingga dapat terus melanjutkan pendidikan.
Tak cukup disitu kebijakan dalam bidang sosial, santunan kematian berupa paket sembako. Dan santuan kesehatan bagi masyarakat yang anggota keluarganya sakit atau tertimpa musibah.
Hidup ini yang terpenting bisa berbuat baik serta selalu berguna bagi orang banyak,” ucap kades Andry.(aditya)
Sumber : https://okeyboz.com/index.php/2020/10/02/kades-muda-dengan-segudang-prestasi-olah-lahan-eks-tambang-jadi-ecowisata/










