oleh

Zirkon Semakin Sexy, Ratusan Ton Siap Dikirim dari Belitung.

SIBERINDO, BABEL – Zirkon atau yang lebih dikenal dengan batu mineral yang memiliki beberapa macam warna. Dengan rumus kimia ZrSiO4 (zirkonium silikat), bobot jenis 4-4,8, kekerasan 7-7,5, mempunyai kemampuan mendispersikan cahaya sehingga kelihatan berkilauan yang hanya kalah dari kilauan intan.

Mineral utama yang mengandung unsur zirkonium adalah zirkon/zirkonium silika (ZrO2.SiO2) dan baddeleyit/zirkonium oksida (ZrO2). Kedua mineral ini dijumpai dalam bentuk senyawa dengan hafnium.

Pada umumnya zirkon mengandung unsur besi, kalsium sodium, mangan, dan unsur lainnya yang menyebabkan warna pada zirkon bervariasi, seperti putih bening hingga kuning, kehijauan, coklat kemerahan, kuning kecoklatan, dan gelap, sisitim kristal monoklin, prismatik, dipiramida, dan ditetragonal, kilap lilin sampai logam, belahan sempurna – tidak beraturan, kekerasan 6,5 – 7,5, berat jenis 4,6 – 5,8, indeks refraksi 1,92 – 2,19, hilang pijar 0,1%, dan titik lebur 2.5000C.

Baca Juga  Terima Kunjungan Direktorat P2PTM, Babel Siap Fokuskan Diri Tangani Penyakit Tidak Menular

Dari paparan unsur – unsur yang terkandung dalam Zirkon tersebut, menjadikan batu mineral semakin sexy, sehingga membuat ketertarikan para pengepul rupiah untuk menjadikan bisnis itu yang sangat menguntungkan.

Seperti yang dilangsirkan rakyatpom.com ( Judul :Ratusan Ton Zirkon Diduga Ilegal dari Belitung Siap Dikirim), Minggu (13/12/2020). Akan ada Pengiriman pasir zirkon yang diduga ilegal karena tidak jelas asal usulnya,

Kali ini, ratusan ton zirkon mineral ikutan pasir timah dari Pulau Belitung, siap dikirim ke Kalimantan.

Zirkon / Batu mineral yang dikemas dalam karung ukuran 50 kg itu, kini sudah tertampung di gudang penyimpanan di Desa Sungai Samak, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung sejak beberapa hari lalu. Hanya saja, belum diketahui pasti kapan zirkon ini akan dilakukan pengiriman. Tapi sesuai jadwal, pada bulan Desember 2020 ini juga.

Baca Juga  Diskusi Kolaborasi Dewan Pers, SMSI dan Pemprov Bali: Media Digital Harus Bisa Adaptasi dengan Kemasan Baru

Pasir yang diduga mengandung monazit dan mineral tanah jarang lainnya itu, berasal dari limbah atau ampas meja goyang yang memisahkan pasir timah di seputaran Kecamatan Tanjungpandan. Bukan melalui aktivitas penambangan zirkon dengan Izin Usaha Pertambangan (IUP).

Dikutip dari rakyatpos.com, Senin (14/12/2020), Seorang pekerja di lokasi penimbunan menyebutkan, pemilik zirkon ini adalah IS. Pengusaha lokal ini diketahui memiliki meja goyang biji timah di seputaran Tanjungpandan. IS diduga tidak sendirian dalam bisnis ini. Ada beberapa orang yang diduga kuat terlibat memproduksi dan mengumpulkan pasir zirkon yang tersebar di wilayah Belitung. Salah satunya pengusaha asal Jakarta.
Ketika dilakukan konfirmasi melalui sambungan telpon, IS meminta wartawan media ini agar menghubungi koleganya yang berinisial HN.
“Telpon nomor ini aja Pak. Saya lagi di lokasi,” kata IS melalui pesan singkat, Kamis, (10/12/2020).

Baca Juga  Wartawan Bangka Kecewa Saat Liputan Vaksinasi Covid-19 Perdana, Ini Penyebabnya.

Diduga HN adalah pembeli zirkon dan  yang mendatangkan Tenaga Kerja Asing (TKA) dari China. Ada dua orang tenaga kerja asing bekerja di gudang penyimpanan zirkon yang dibangun pada tahun 2018 lalu.

Sementara itu, HN yang dihubungi melalui sambungan telepon tak membantahnya. HN menyebut IS adalah bagian dari rombongannya. “Kita satu rombongan,” jelas HN.

Untuk diketahui, pengiriman pasir zirkon dari Belitung ke Kalimantan sudah seringkali dilakukan. Disinyalir, pengiriman mineral ini dari Belitung masih menunggu kedatangan tongkang yang berisi pasir zirkon dari Pulau Bangka, selanjutnya dikirim bersamaan ke Kalimantan. (aditya)

News Feed