oleh

Kondisi Perpustakaan Daerah Bangka Selatan Memprihatinkan, Buku Lama Jadi Pajangan

TOBOALI – Perpustakaan milik Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan (Basel) pada kondisi sangat memprihatinkan.

Pasalnya, keprihatinan itu terpantau dari jurnalis belum lama ini ke perpustakaan itu melihat seluruh buku yang dipajang pada perpustakaan yang berada di kantor itu hanya berisi buku lama.

Kepala Bidang Perpustakaan Kabupaten Bangka Selatan, Suhardi, mengakui dari banyaknya buku yang dimiliki, tidak sepenuhnya keluaran baru. Terakhir pengadaan buku yang ada disitu merupakan pengadaan 7 tahun yang lalu (tahun 2017), jika pun ada, buku baru atas bantuan itu dari perpustakaan nasional.

Baca Juga  Dana Kompensasi Masuk Kantong Pribadi Kades

“Tahun 2019 ada buku baru tapi itu hibah, bantuan dari perpustakaan nasional sekitar 500 eksemplar yang kebanyak buku umum, kalau pengadaan buku bari dari kita belum ada,” ujarnya kepada jaringan media ini, Jum’at (3/3).

Diketahui, kelemahan utama perpustakaan selama ini adalah minimnya pengadaan bahan pustaka baru setiap tahun. Padahal, pengadaan bahan pustaka baru sangat berguna untuk menyegarkan koleksi bahan pustaka yang ada, sekaligus untuk menggantikan bahan pustaka yang sudah kadaluwarsa untuk di jadikan stock (persiapan, red).

Baca Juga  SMSI Babel Qurban Satu Ekor Sapi

“Kalau anggaran pengadaan buku sekarang tidak ada. Buku yang baru itu di mobil (perpustakaan keliling). Kalau yang ke perpustakaan yang paling banyak anak-anak SMP, mereka sering baca buku biologi, buku tentang IPA, sedangkan untuk umum itu sedikit. Sedangkan untuk ASN juga jarang, paling satu atau dua,” bebernya.

Selain banyaknya buku lawas, perpustakaan milik Pemkab Bangka Selatan ini hanya 604 anggota, dari 7.606 judul buku, 29.732 eksemplar. Anggota perpustakaan tersebut tercatat sejak tahun 2017 hingga tahun 2022, yaitu laki-laki sebanyak 187 dan perempuan 417 yang semuanya adalah pelajar.

Baca Juga  AITI dan SMSI Babel Berbagi Dengan Penyandang Tunanetra

Anehnya, meski buku lawas dan keanggotaan perpustakaaan masih minim. Menurut Suhardi, jumlah pengunjung ke perpustakaan mengalami kenaikan. Seperti tahun 2022, jumlah pengunjung ke perpustakaan tercatat sebanyak 1.043. Dia berharap supaya masyarakat dan para pelajar se-Kabupaten Bangka Selatan ini agar meningkat minat bacanya.

“Paling agar minat baca meningkat lagi kami melakukan jemput bola ke sekolah-sekolah dan memang banyak buku yang dipinjam. Tentu diharapkan juga agar kedepan bisa membuat minat baca ke perpustakaan semakin meningkat,” pungkas Suhardi.  (Try)

News Feed