oleh

Sering Terjadinya Pemadaman Listrik Wilayah Babel Akhir-akhir Ini. Mengapa?

Siberindo.co Pangkalpinang.  Pemadaman listrik bergilir oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) wilayah Bangka Belitung beberapa hari terakhir membuat masyarakat khususnya wilayah Pangkalpinang bertanya-tanya, ada apa dengan perusahaan plat merah tersebut?

Yang membuat masyarakat bertanya-tanya, mengapa pemadaman sering terjadi, bahkan dalam sehari-semalam bisa dua kali dilakukan pemadaman.

Pantauan media ini di beberapa grup WA, respon masyarakat beragam akibat adanya pemadaman listrik ini.

Diantaranya yang menggelitik media ini kutip antara lain ; “PLN = Perusahaan Lilin Negara”. “2022 masih senang dengan gelap, biarlah…kita cuma pembayar, bukan yang punya lampu (listrik), bahkan ada yang berkomentar seperti ; “banyek geeeeeeeeee rusak di kantor ikak ya Pak…. lah capek ngasih Maaf e Di Medsos…  sikit2 mintak maaf.. sikit2 Mintak Maaf…  Maaf dek Acak Buat Buk kamey Mateng Pak , 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭. Komentar masyarakat terkait pemadaman listrik.

Baca Juga  Patuhi SE Mendagri, Yudas Bentuk Satgas Covid-19

Humas PLN wilayah Bangka Belitung Triputra saat dikonfirmasi media ini melalui saluran telepon Kamis, 24/2/2022,  menjelaskan pemadaman bergilir ini dilakukan karena terjadi gumpalan (plugging) pada proses pembakaran bahan bakar sistem pembangkit PLTU Air Anyir.

“Karena terjadi gumpalan (plugging) pada sisi proses pembakaran bahan bakar sistem pembangkit PLTU Air Anyir, hal ini akibat batu bara yang basah, karena mesin baru selesai diperbaiki, jadi belum bisa dilakukan beban padanya secara maksimum, kemudian ada satu unit juga sedang dalam keadaan mati, dan masih dilakukan investigasi terkait kerusakan, sehingga saat ada mesin yang keluar harus lepas beban di sisi masyarakat, makanya pemadaman bergilir terus akan dilakukan,” jelasnya.

Baca Juga  Kembangkan Potensi Anak Negeri, IBIK Bogor Bertranformasi

Saat ditanya berapa lama lagi keadaan seperti ini terjadi, humas PLN belum bisa memastikan, namun para petugas PLN berusaha semaksimal mungkin dalam melakukan perbaikan. (redaksi)

News Feed