BABEL, Siberindo.co- Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi salah satu daerah yang masuk ke dalam salah kawasan rencana pengembangan master plan dan rencana induk destinasi ( RIDPN/ ITMP) Pariwisata nasional perioritas yang dicanangkan oleh Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif ( Kemenparekraf ) Republik Indonesia.
Guna mendorong kesiapan pemerintah daerah beserta seluruh komponen pariwisata yan ada di Babel, Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Kemenparekraf) Republik Indonesia pun menyelenggarakan Rapat Koordinasi Daerah Persiapan Penyusunan Visioning Masterplan dan Rencana Induk Destinasi Pariwisata Nasional / RIPDN ( ITMP) yang dilaksanakan di Hall Swiss Bell Hotel Bangka, Selasa( 29/09).
Direktur Pengembangan Destinasi Regional I Kemenkraf RI, Oni Yulfian menyebutkan bahwa Rapat Koordinasi Nasional( Rakornas) ini memang dalam rangka menyampaikan rencana Kemenkraf, guna selanjutnya dapat melaksanakan RIPDN.
” Seperti kita ketahui pula secara nasional memang ada 10 destinasi nasional perioritas. Dan 5 diantaranya tersebut akan dikembangkan menjadi spot perioritas yakni antara lain Danau Toba, Candi Borobudur, Likupang, Mandalika dan Raja Ampat,” sebutnya.
Namun sejak 2017 – 2020 sudah pula tersusun rencana tersebut khususnya untuk Toba, Borobudur dan Lombok yang akan diberikan penguatan statusnya masuk dalam Peraturan Presiden ( Perpres).
Berpedoman kepada hal tersebut maka Kemenparekraf berinsiatif membuat penyusunan visioning master plan dan RIPDN/ ITMP daerah lain termasuk Bangka Belitung, Likupang dan Raja Ampat.
Namun master plan ini tidak bisa hanya disusun sendiri oleh Kemenparekraf dan konsultan melainkan harus melibatkan instansi pusat dan daerah. Oni menyebut bahwa pengembangan pariwisata ini harus berdiri bersama lintas sektor dan perlu mendapatkan masukan dari sektor lain baik pusat maupun daerah.
“Jadi sekarang ini masih berada tahap awal sekali untuk pembuatan RIPDN.Makanya perlu menggelar rakor sekaligus menghadirkan Bappenas, Badan Penanaman Modal, pihak Pekerjaan Umum( PU) dan lembaga atau pemangku pariwisata terkait lainnya,” ujarnya.
Ditambahkan Oni Yulfian bahwa dalam hal ini juga penting menyusun yang namanya Marketing Analysis & Demand Assesment.” Ini supaya kita tau market kita itu siapa, kan tidak mungkin kita jualan sate di tengah hutan , kan jualan sate kita harus ada yang beli,” kata Oni Yulfian lagi.
Oni Yulfian juga berharap kepercayaan yang sudah diberikan oleh pemerintah pusat atau nasional ini harus dimanfaatkan oleh semua pihak termasuk yang ada di Babel meliputi pihak pelaku pariwisata yang terdiri dari unsur pemangku kebijakan, masyarakat, pengusaha pariwisata untuk terus memberikan dukungan termasuk dengan menjaga sesuai Motto Pesona Indonesia, yakni Sejuk, Indah, Ramah dan Kenangan. Sebab ini juga merupakan roh pariwisata termasuk di Bangka Belitung untuk terus mampu membangun semakin lebih baik,” tambah Oni Yulfian lagi.
Penulis ; Liya
Naskah asli; http://deteksionline.com/2020/09/30/babel-masuk-dalam-rencana-pengembangan-pariwisata-nasional-perioritas/










