oleh

Cermin Toleransi Umat Beragama Di Kota Muntok

Caption : Suasana Kelenteng Kong Fuk Miaw pada saat sembahyang Cioko, Minggu (22/8)

Penulis : Wico Hardiansyah || Editor : Aditya.

SIBERINDO.CO, BABEL – yang berlokasi Kelenteng Kong Fuk Miaw, JL Jend A Yani, No. 1, RT. 003/05, Tanjung, Mentok, Kabupaten Bangka Barat, melaksanakan Sembahyang Cioko, Minggu (22/8/2021).

Sembahyang Cioko itu sendiri, bagi warga Bangka Belitung akrab dengan sebutan sembahyang Rebut,

Menurut kepercayaan etnis Tionghoa pada hari itu sangatlah sakral, yang merupakan agenda tahunan.

Baca Juga  Mengimplementasi Maklumat Dari Kapolri Direktorat Samapta Polda Babel Gelar Razia di Tempat Hiburan Malam dan Kafe

Pantauan media, meski dimasa pandemi tidak mengurangi hikmatnya prosesi kegiatan tahunan masehi kali ini, serta tercipta sebuah toleransi yang sangat tinggi yang dijunjung di negeri sejiran setason, Minggu (22/08/21).

Sembahyang Cioko itu sendiri
dilakukan setiap tanggal 15 bulan 7 tahun imlek ini bertujuan untuk mendoakan arwah-arwah terdahulu yang meninggal.

Pada perayaan sembahyang rebut kali ini, Ada yang berbeda dan sangat istimewa yang ada di Kota Muntok Bangka Barat ini,

Baca Juga  Muzani: Prabowo Bertekad Selesaikan Masalah Kemiskinan di Indonesia

karena Kelenteng yang dijadikan tempat untuk sembahyang Rebut bersebelahan dengan Masjid Jamik Kota Muntok yang mana tempat beribadah umat Islam.

Tradisi leluhur untuk selalu menjaga toleransi dan tali persaudaraan sangatlah kental di kota Muntok, dengan suara adzan isya yang berkumandang sementara prosesi Sembahyang Cioko yang tetap terlaksana membuat kita terenyuh dan tetap menjaga sisi toleransi yang telah diturunkan oleh leluhur dan oleh sesepuh terdahulu.

Semoga apa yang telah menjadi kebiasaan dan budaya ini terjaga sampai nanti, sampai anak cucu kita, Indonesia kaya akan budaya serta kaya akan toleransi dan juga menjunjung tinggi Nilai nilai pancasila, khususnya kota Muntok, Semua bersatu padu.

Baca Juga  Sertifikat Halal, Bukti Keseriusan Pemprov. Jamin Kualitas UMKM Babel

Ada pepatah kuno “Tong Ngin Fan Ngin Jit Jong – Cina, Melayu, sama saja” Dan karenanya semua tetap akur dan selalu bersyukur.

Disini Toleransi yang terjalin sangat tinggi, semoga teruslah terjaga, ” ujar Sumber. (Aditya OKeyboz)

News Feed