oleh

Anjal dan Gepeng Kian Marak di Babel, Faktor Ekonomi Masih Dominan

SIBERINDO, BABEL – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3ACSKB) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Susanti mengatakan, tiga tahun terakhir fenomena anak jalanan, gelandangan dan pengemis (Anjal dan Gepeng) di Babel kian bertambah.

“Tiga tahun terakhir ini, semakin hari semakin bertambah. Namun fenomena ini bukan hanya terjadi di Kota Pangkalpinang. Sebab kondisi serupa juga ada di Koba dan Sungailiat juga sudah ada. Artinya, persoalan ini bukan hanya terjadi di Kota Pangkalpinang” kata dia, Selasa (16/3/2021).

Susanti menuturkan, maraknya Anjal dan Gepeng di Babel disebabkan oleh faktor ekonomi. Namun, belum ditemukan adanya sindikat Anjal dan Gepeng yang di eksploitasi.

“Lain halnya di kota besar yang disinyalir ada sindikat tersebut. Tak hanya sindikat yang melakukan eksploitasi, sebab ada juga orang tua yang melakukan hal tersebut. Anak-anak dimanfaatkan untuk mengemis agar orang menjadi tersentuh,” sebut Susanti.

Baca Juga  Strategi Pengembangan Komoditi Sagu di Babel

Lebih lanjut, dengan keberadaan Anjal dan Gepeng sangat berdampak terhadap realisasi kota layak anak. Karena pemenuhan terhadap hak anak dan pemberian perlindungan khusus masih belum optimal.

“Babel saat ini sedang bekerja keras untuk menjadi provinsi layak anak. Ini harus didukung oleh kabupaten/kota yang layak anak. Karena untuk menjadi provinsi layak anak harus melibatkan empat komponen besar yakni, pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan media massa,” pungkas Susanti. (aditya)

News Feed