oleh

Walau Dilanda Pandemi Covid-19, Erzaldi Optimis UMKM Babel Tumbuh Pesat

Babel, Siberindo.co – Gubenur Bangka Belitung Erzaldi Rosman mengaku optimis bahwa sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Bangka Belitung akan tetap menjadi penyemangat bagi ekonomi daerah, meskipun di tengah himpitan akibat pandemi covid-19.

Oleh karena itu orang nomor satu di Babel ini juga ikut mendorong jajarannya di Dinas Koperasi dan UMKM Babel dan pihak terkait lainnya dengan memberikan bimbingan, pelatihan sebagai perhatian kepada para pelaku UMKM.

”Dalam 3 tahun terakhir ini, saya melihat pertumbuhan sektor UMKM di Babel terus bertumbuh bagus dari pembinaan yang telah kita lakukan baik di tingkat provinsi, kota maupun kabupaten,”
ujar Erzaldi,Jumat(25/09) dalam kegiatan Sosialisasi KUR Super Mikro UMKM bersama BRI di Gedung Mahligai Babel.

Erzaldi yakin bahwa sektor ekonomi akan tetap terdorong melalui sektor UMKM, dan ini menjadi sangat penting, terlebih di tengah resesi ekonomi saat ini akibat covid-19.

Kepada para pelaku UMKM juga diharapkan agar tidak berhenti mencari sebanyak-banyaknya ilmu dan akses untuk meningkatkan kualitas produk sehingga dapat terus naik kelas dan diterima pasar lebih luas.

UMKM jangan pernah berpikir dan hanya mengandalkan dari program bantuan pemerintah saja, karena anggaran kita terbatas, apalagi kalau di fasilitasi pelatihan hanya untuk ambil uang transpor, tapi mari terus mau belajar, terus berproses dan juga tidak boleh pelit dengan ilmu,” ajaknya.

Baca Juga  Mulyanto Mantan Kadis Kominfo Bangka Tengah Memelas Meminta Pengertian Media

Dukung Babel Jadi Pelopor Produk Kerajinan Lidi Nipah

Sementara itu Melati Erzaldi Rosman selaku Ketua Koordinator Program Internasional Council For Small Business (ICSB) Bangka Belitung, di dampingi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Babel, Elfiyena juga menyebut bahwa salah satu produk UMKM yang tengah dikebut dan naik daun di Babel saat ini adalah kerajinan lidi nipah.

Pemerintah daerah provinsi bersama seluruh kabupaten kota pun terus berupaya untuk meningkatkan kualitas produk dari lidi nipah tersebut, termasuk dengan mendatangkan para mentor dari Kota Yogyakarta.

“Saya melihat perkembangannya makin terlihat. Karenanya saya juga tertarik membeli produknya teman-teman UMKM ini seperti cermin, laundry bakset dan sebagainya,” diakuinya.

Melati juga berjanji akan terus ikut dalam barisan untuk mendorong produk-produk UMKM Babel semakin naik kelas menjadi produk kualitas ekspor dan masuk pasar ekspor.

” Pemprov Babel tidak separo-separo untuk mendorong usaha kerajinan lidi nipah ini, tapi akan terus membimbing mereka sampai matang,” tambah Melati lagi.

Baca Juga  Kejagung Berhasil Tangkap Terpidana Hermawan di Kota Malang

Athi Muzilah selaku Head of Community Development & Advocacy dari Asosiasi Pengembangan Kerajinan Republik Indonesia (APIKRI) Yogyakarta di dampingi Ketua Penyelenggara Pelatihan Diskop UMKM Babel, Adi Setiawan dalam pendampingan berkelanjutan kepada 33 pengerajin lidi nipah terpilih di Babel.

APIKRI menilai sudah adanya peningkatan keterampilan yang dimiliki para pengerajin lidi nipah yang di fasilitasi pemerintah Babel ini, dari yang awalnya memang masih sangat memiliki basic keterampilan yang terbatas.

“Karenanya pendampingan tidak boleh putus oleh berbagai pihak, sebab tidak cukup di pelatihan saja. Dan APIKRI akan ikut melakukan pendampingan yang solutif berdasarkan tingkat kesulitan apa yang di alami pengerajin hingga memberikan solusinya apa. Kami sarankan agar para perangkat daerah provinsi/ kabupaten/kota agar juga lebih sering datang untuk mensuport dengan membeli produk atau memberi masukan kepada pengerajin kita ini , karena ini sangat berguna,” tambahnya.

Upaya pendampingan berkelanjutan kepada para pelaku UMKM kata dia sangat penting, termasuk kepada pengerajin lidi nipah Babel, sebab pengembangan ini arahnya justeru lebih kepada sosial entreprenuer dan bukan bisnis murni.

Baca Juga  Lakukan Giat Kundapil di BNNP Babel, Alexander Fransiscus Bahas P4GN

” Pendampingan kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah ini penting sekaligus sebagai upaya mengatasi persoalan sosial , mendorong pelaku usaha menjadi makin dewasa, dan tidak membiasakan mentalitas masyarakat kita suka “meminta-minta”,”tambah Athi.

Athi menyebut khususnya untuk pengelohan aneka kerajinan termasuk lidi nipah ini, APIKRI akan mendampingi para pengerajin untuk lebih membuat produk dengan konsep natural, sebab produk dengan konsep natural ini sepanjang waktu pasarnya tetap bagus.

“Kami dari pihak Diskop dan UMKM Babel akan terus mendorong para pelaku UMKM untuk terus konsisten dengan upaya perbaikan ekonomi yang mereka jalani ini termasuk menjadi pengerajin lidi nipah ini, karena kami juga akan membantu untuk pemasarannya. Mari sama-sama kita angkat kerajinan dari nipah sebagai salah satu kerajinan ciri khas dari Babel , karena selama ini kerajinan dari lidi nipah ini masih sangat jarang bahkan belum pernah ada , dan sebab itu saya yakin ke depan kita bisa jadi pelopor kerajinan lidi nipah,” tambah Adi optimis.

Penulis ; Liya

Naskah asli ; http://deteksionline.com/2020/09/27/erzaldi-umkm-babel-tumbuh-pesat-dalam-3-tahun-ini/

News Feed