SIBERINDO, BABEL – Pembangunan Pelabuhan Pangkalbalam yang baru sepertinya terus digagas oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Bagaimana tidak, hal itu mengingat Pelabuhan Pangkalbalam yang ada dihilir dinilai tak lagi efektif guna menunjang peningkatan pelayaran di Babel. Apalagi, banyaknya laporan kapal kandas setiap harinya.
“Hal ini dilakukan karena, kondisi pelabuhan Pangkalbalam yang sekarang sudah tidak sangat fisibel untuk peningkatan pelayanan pelayaran, terutama untuk kapal-kapal yang melintas berukuran besar. Karena orientasi kita adalah saat ini untuk ekspor langsung ke negara tujuan,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Babel, K.A Tajuddin kepada OkeyBoz.com, Rabu (24/2/2021).
Tajjudin mengatakan, dalam pembangunan pelabuhan baru tersebut nantinya akan ada reklamasi pantai yang akan dilakukan.
Namun, untuk berapa estimasi biaya yang akan digelontorkan untuk realisasi pelabuhan Pangkalbalam baru tersebut ia belum bisa menjabarkan secara rinci karena bersifat multi years dengan dana dari pemerintah pusat sebesar Rp 150 miliar per tahun.
“Estimasi biaya pembangunan pelabuhan dan reklamasi saat ini masih itung-itungan, karena kita belum melakukan kajian kelayakan secara teknisnya. Nanti, kalau sudah ada dapat angkanya baru kita ketahui, tetapi untuk pelabuhan sudah ada estimasi karena tahapannya multi years. Secara pastinya masih berdasarkan perkembangan, kondisi kita juga masih penyiapan anggaran, walaupun sudah ada APBN.
Reklamasi dan pembangunan pelabuhan ini terpisah, sistematisnya masih kita diskusikan dengan BPKP agar proses ini sesuai dengan regulasinya termasuk dalam hal reklamasi yang bekerjasama dengan mitra,” jelasnya.
Kendati demikian, pembangunan pelabuhan Pangkalbalam tersebut ditargetkan akan mulai dibangun pada bulan Agustus 2021 mendatang.
“InsyaAllah Agustus mulai dikerjakan. Saat ini Kementerian Perhubungan akan segera melakukan proses lelang, kemungkinan dalam proses yang tidak terlalu lama langsung dilakukan pembangunan konstruksi pelabuhan,” tukas Kadishub.(aditya)










