Siberindo.co.Pangkalpinang Pemilihan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Ketum Koni Babel) akan dilakukan tidak lama lagi. Seiring ditutupnya pendaftaran oleh Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Calon Ketua Umum (Caketum) Koni Babel, hanya dua kandidat yang akan bertarung memperebutkan kursi Ketum Koni Babel.
Salah satunya adalah Yasir Arafat, atau lebih dikenal Yasir Munjang, pria asal desa Kurau Kabupaten Bangka Tengah ini merupakan sosok yang sudah tidak asing dalam dunia olahraga Babel, selain menjabat sebagai ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia Bangka Belitung (FPTI Babel), saat ini Yasir adalah Ketum Koni Kabupaten Bangka Tengah.
Sosok yang menjadi pemerhati lingkungan, khususnya tanaman Mangrove ini, merupakan pribadi yang dikenal sederhana namun ulet, luwes dan pekerja keras. Ia adalah tipekal agent of change (agen perubahan), sehingga di tahun 2019 silam ia dinobatkan sebagai Inspirator Pembangunan Pariwisata dari Kementerian Pusat atas keberhasilannya dalam merintis dan mengelola hutan mangrove menjadi Eko Wisata Hutan Mangrove desa Kurau.
Keberanian dirinya mencalonkan diri menjadi Ketum Koni Babel tak lepas dari bagian keinginannya untuk memajukan olahraga di Bumi Serumpun Sebalai ini. Ia telah berkomitmen membawa Koni Babel ke arah yang lebih baik, tidak ada motivasi untuk menjadikan Koni Babel sebagai lahan bisnis.
“Doakan saya bisa terpilih menjadi Ketum Koni Babel di musyawarah Koni Babel nantinya, saya ingin membuat Koni dan olahraga di Babel menjadi lebih baik, sehingga atlit kita bisa bersaing dengan atlit daerah lain baik di kancah nasional maupun internasional, ” tegasnya.
“Saya bukan orang yang kaya, yang bisa membeli segalanya dengan uang, namun saya yakin uang bukan segala-galanya”, sambung Yasir
Saat ditanya tentang para atlit jika ia terpilih menjadi Ketum Koni Babel nanti, ia mejawab dengan lantang, walau dengan intonasi candaan.
“Jika saya menjadi Ketum Koni Babel, para atlit adalah prioritas utama saya, lah wong lingkungan aja saya perhatikan, apalagi para atlit, ” tutup Inisiator Hutan Mangrove ini. (redaksi)







