
BANGKA – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar pameran virtual UMKM di pesisir Pantai Tuing, Riau Silip, Kabupaten Bangka, Rabu (21/10/2020).
Uniknya, selain digelar di ruang terbuka, desain interior ruang pameran dibuat dari tali tambang sepanjang 2500 meter. Di bagian dalam dipamerkan produk UMKM Babel yang disusun dengan apik, mulai dari produk makanan, cemilan, produk fashion dan kerajinan dari lidi nipah.
“Ini ide yang luar biasa, kita menggelar pameran virtual di luar ruangan dengan menggunakan tali tambang terpanjang dan berhasil memecahkan rekor MURI, ” kata Gubernur Babel, Erzaldi Rosman saat menghadiri pameran tersebut.
Menurut dia, pameran virtual ini akan dilaunching pada 28 Oktober mendatang, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
“Ini (produk UMKM-red) dipamerkan di pantai, kita berharap pameran virtual ini membuka penjualan UMKM kita yang terus dikerjasama dengan marketplace,” imbuhnya.
Erzaldi berharap, melalui pameran ini, masyarakat di seluruh dunia pun bisa melihat dan mengakses produk UMKM di Babel dan tentunya akan meningkatkan penjualan dan ekonomi masyarakat.
Sementara, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Babel, Elfiyena mengatakan digelarnya pameran tersebut terinspirasi dari pameran virtual yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia, sehingga akhirnya membuat pameran virtual khusus produk UMKM Babel, tetapi di lokasi terbuka.
“Akhirnya kita pilih Pantai Tuing, karena pantainya baru belum banyak dikenal orang dan indah, kemudian booth pameran menggunakan tali tambang sepanjang 2500 meter, yang dibuat membentuk ruangan, ini berhasil mendapatkan rekor MURI, ” jelas Elfiyena.
Elfiyena pun membawa produk UMKM Babel yang sudah dikurasi oleh Pusat Layanan Usaha Terpadu atau PLUT UMKM, merupakan produk-produk yang menang sudah di pilih dan berkualitas.
“Di tengah pandemi, kita harus pandai mencari cara untuk memasarkan produk agar tetap dikenal dan dibeli oleh masyarakat luas, oleh karenanya kita menggelar pameran virtual ini,” ulasnya.
Pelaku UMKM, lanjutnya, juga dituntut untuk menguasai penjualan secara digital, agar tidak ketinggalan dan mencari peluang di tengah pandemi Covid-19. (nov)










