oleh

SPAM IKK Simpang Rimba Mangkrak, Dana APBN Miliyar Rupiah Terbuang Sia – Sia

Caption foto : Kondisi Bangunan Sistem Pengembangan Air Minum ( SPAM ) IKK Desa Simpang Rimba yang dibangun tahun 2014 (Aditya/okeyboz)

Penulis : Dedi Smile || Editor : Aditya.

SIBERINDO, BABEL  – Satuan Kerja Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum (Satker PKPAM) Bangka Belitung (Babel) telah membangun Sistem Pengembangan Air Minum ( SPAM ) IKK Desa Simpang Rimba pada tahun 2014. Yang waktu itu Kepala Satker PKPAM Babel, Budiman, ST, MM

Ironisnya, pembangunan proyek Sistem Pengembangan Air Minum ( SPAM ) IKK Simpang Rimba yang menghabiskan dana APBN sebesar 5 Miliyar lebih itu, saat ini kondisinya sangat memprihatinkan, Sabtu (14/8/2021).

Baca Juga  Peringati Hari UMKM Nasional, ACT Bangka Borong Usaha Kecil di Pangkalpinang

Bangunan proyek SPAM IKK miliyaran rupiah itu hingga saat ini, tidak pernah dipergunakan/operasikan oleh masyarakat kecamatan Simpang Rimba, kondisi itu diperparah ketika pantauan dilapangan,

kondisi rumah mesin pompa sangat memprihatinkan, pagar yang mengelilingi rumah mesin pompa itu dipenuhi pohon – pohon dan semak belukar, mesin pompa, Genset dan panel listrik sudah tidak ada.

Baca Juga  Relawan Perisai Prabowo Siapkan Tiga Pilar Aksi Untuk Menangkan Pilpres 2024

Suasana di lokasi sangat sepi, seperti rumah hantu, tidak ada satupun petugas maupun pekerja yang berada di sana.

Hanya terlihat tiang listrik dan bangunan yang kosong tak terawat dan tak ada aktivitas sejak lama.

Berdasarkan sumber dilapangan, bahwa SPAM IKK Simpang Rimba tersebut sudah lama mangkrak.

“Sistem Pengembangan Air Minum ini sudah lama tak berfungsi pak, dan kami belum tau apa penyebabnya,” kata Sumber kepada okeyboz.com, Sabtu (14/8).

Baca Juga  Pemprov. Babel Gandeng Komunitas Offroad Promosikan Pariwisata Babel

Sementara itu Kepala Desa Permis Rahmi yang dihubungi media ini mengaku tidak mengetahui kondisi SPAM tanpa peralatan seperti mesin ginset dan pompa air yang hilang tersebut.

“Selama saya menjabat Kepala Desa Permis, hingga saat ini pihak Satker SPAM Babel tidak pernah menyerahkan aset SPAM itu untuk dikelola oleh desa, dan sampai saat ini juga proyek itu tidak pernah kami mempergunakannya,” imbuh Rahmi.(OB)

News Feed