oleh

ABP: Jangan Sepelekan Transmisi Lokal !

PANGKALPINANG, BABEL — Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penangannan Covid-19 Provinsi Bangka Belitung, Andi Budi Praytno mengungkapkan, tidak ada perubahan berarti terkait update kasus Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, baik penambahan orang yang terkonfirmasi Covid-19 maupun orang yang dinyatakan sehat atau bebas Covid-19.

Berdasarkan data resmi yang diterima redaksi, Minggu (12/7) tentang update kasus Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, secara kumulatif jumlah kasus masih 172 (tidak ada penambahan), dalam perawatan 28 orang, yang dinyatakan sehat / bebas Covid-19 142 orang, dan meninggal dunia 2 orang.

Detail sebarannya Kota Pangkalpinang 49, Kabupaten Bangka 59 kasus, Kabupaten Bangka Tengah 14 kasus, Kabupaten Bangka Barat 22 kasus, Kabupaten Bangka Selatan 9 kasus, Kabupaten Belitung 17 kasus, dan Kabupaten Belitung Timur 2 kasus.

“Meski secara fluktuatif persentase tingkat bebas Covid-19 kita masih berada dalam tren yang relatif baik, yakni di angka 82,56 persen, dan tingkat kematian orang yang terkonfirmasi Covid-19 sangat rendah, yakni di angka 1,16 persen, namun sejumlah orang yang terpapar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung belakangan ini, khususnya dari kasus K-0 (yang notabene merupakan tenaga kesehatan), menunjukkan bahwa transmisi lokal terutama penularan Covid-19 yang bersifat massif, tak bisa dianggap sebagai persoalan enteng atau remeh, apalagi disepelekan. Setidaknya orang yang terpapar Covid-19 dari dan melalui jalur transmisi K-0 mencapai 13 orang, yang terdiri dari anggota keluarga maupun rekan kerja yang bersangkutan,” beber Andi Budi Prayito, Minggu.

Dia melanjutkan, penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 yang termasuk dalam kategori transmisi lokal di awal bulan Juli 2020 tersebut, sudah sepatutnya menjadi “warning” dan perhatian bagi kita semua warga masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tak terkecuali bagi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota / Kabupaten, untuk lebih responsif dan proaktif dalam melakukan pengendalian kasus, terutama “skrining” atau deteksi dini terhadap penyebaran Covid-19, seiring dengan penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB) menuju tatanan normal baru yang produktif dan aman.

ABP menuturkan, jumlah OTG hari ini 3.376 (bertambah 1), dalam proses pemantauan 468 (berkurang 77), selesai pemantauan 2.908. Smentara jumlah ODP 1.127, dalam proses pemantauan 33, selesai pemantauan 1.094. Kemudian PDP berjumlah 149 (bertambah 5), dalam proses pengawasan 28 (bertambah 5), selesai pengawasan 121.

Virus corona (SARS-CoV-2) yang bertanggung jawab atas Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) ditularkan antar manusia melalui kontak langsung, tetesan air liur saat bersin atau batuk, dan kemungkinan terbaru menyebar di udara dalam rentang waktu yang cukup lama (8 jam).

“Sebagian besar orang yang terinfeksi Covid-19 menunjukkan gejala. Namun, ada pula orang tanpa gejala (OTG) yang berisiko tinggi menularkan virus ke orang lain atau pembawa asimptomatik,” imbuhnya.

Asimptomatik adalah seseorang telah terinfeksi virus tapi tidak merasa sakit atau menunjukkan gejala apa pun. Ini berbeda dari pra-gejala, yang berarti seseorang tidak menunjukkan gejala pada tahap awal penyakit tetapi mengembangkannya nanti.

“Bagi seseorang yang tidak menunjukkan gejala atau OTG, waktu antara infeksi dan timbulnya gejala berkisar dari 1-14 hari. Selain berisiko menularkan virus ke orang lain, OTG biasanya pernah melakukan kontak erat dengan kasus positif Covid-19,” demikian ABP. (Romlan)



Sumber: http://kabarbangka.com/jangan-anggap-remeh-transmisi-lokal/

News Feed