Jurnalis : Ika Indriani
SIBERINDO, BABEL – Dandim 0431 Bangka Barat, Letkol. Inf. Agung Wahyu Perkasa gelar Coffe Morning dengan Awak Media di Makodim 0431 Babar, Jum’at (12/2/2021)
” Pagi ini saya sengaja melaksanakan kegiatan coffee morning, tujuannya kita mau menginformasikan ke teman-teman media ke depan Kodim ini ada kegiatan TMMD, TNI Manunggal Membangun Desa yang direncanakan hari Senin kita akan membuka akses jalan di kawasan hutan produksi,” jelas Agung
Kegiatan tersebut dikatakannya 2 minggu dipercepat pelaksanaannya agar pelaksanaan cepat rampung.
” Pelaksanaan kegiatan ini seharusnya dimulai pada tanggal 3 Maret, tapi mengingat jaraknya cukup jauh dan pelebarannya selebar 30 meter, sangat lebar, jadi kita menambah waktu sendiri selama dua minggu untuk mempercepat penyelesaian TMMD ke depan,” imbuhnya
Dengan adanya pelabuhan di Tanjung ular, dikatakannya dibutuhkan akses jalan untuk mempercepat yang bersifat strategis guna mencegah jalan yang sudah ada ada mengalami kerusakan disebabkan alat berat atau kendaraan di atas roda empat yang lalu lintasnya cukup aktif melewati jalan menuju pelabuhan tersebut.
” Adanya jalan penghubung dari air Limau dan Tanjung ular akan menggiring kendaraan-kendaraan di atas roda empat untuk berada di jalur tersebut, sehingga yang di jalur trase atau jalur-jalur jalan raya Muntok ini tetap aman buat kendaraan keluarga atau kendaraan motor masih dapat terpelihara,” cetusnya
Selain itu, pihak Kodim disebutkannya berkolaborasi dengan berbagai instansi memberikan pemahaman atau sosialisasi kepada masyarakat setempat.
” Dengan Polres masalah narkoba, kemudian dari pertanian untuk masalah pertanian, BKKBN terkait Posyandu, kemudian tentang penyakit tidak menular. Ini akan kita kolaborasi dengan mereka memberikan sosialisasi kepada masyarakat,” jelasnya
Terkait anggaran yang digelontorkan oleh Kemenkes ke desa-desa untuk pembangunan jamban, Agung juga menegaskan pihaknya akan melakukan pengawasan pembangunannya agar tepat sasaran.
” Kami mendapatkan petunjuk bahwa di desa-desa itu sudah diberikan anggaran dari Kemenkes untuk pembangunan jamban sehingga kami diminta untuk mengawasi pelaksanaan pembangunan tersebut supaya tepat sasaran.
Disini kita hanya mendampingi dari desa-desa yang mendapatkan anggaran tersebut sehingga masyarakat bisa menikmati apa yang menjadi fasilitas yang diberikan oleh negara,” pungkasnya.(aditya)










