BANGKA SELATAN, Siberindo.co – Maraknya penjualan lahan terlantar yang menjadi potensi lahan pertanian oleh oknum warga kepada oknum pengusaha dalam jumlah besar di beberapa desa di Kabupaten Bangka Selatan membuat Dewan Pengurus Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bangka Selatan Prihatin.
Ketua DPC HKTI Bangka Selatan, Yopi Jamhar mengatakan, jika kondisi tersebut masih terus terjadi, bukan tidak mungkin kedepan masyarakat akan kesulitan lahan pertanian.
Menurut Yopi, lahan terlantar tersebut sebaiknya dikelola masyarakat untuk lahan pertanian yang bisa diwariskan kepada anak cucu ketimbang diperjualbelikan ke oknum pengusaha.
“Kalau sebagian besar lahannya sudah dikuasai pengusaha, masyarakat kedepan mau bertani dimana?. Bagaimana nasib petani kedepan kalau sudah tak punya lahan. makannya pola-pola penjualan lahan terlantar seperti ini harus segera dihentikan, kasian petani lainnya yang mau memanfaatkan lahan terlantar tersebut sebagai lahan pertanian,” kata Yopi, Seperti dikutip dari Baselpos.com media Group Siberindo.co
Jika belum dikerjakan masyarakat lanjut Yopi, lahan terlantar tersebut semestinya dijaga sebagai lahan cadangan bagi petani kedepan bukan malah dijual secara besar-besar besaran ke oknum pengusaha.
Ia juga mengingatkan aparatur di desa untuk tidak terlibat dalam penjualan lahan terlantar tersebut yang bisa berdampak terhadap masalah hukum.
“Bisa saja ada dampak hukumnya jika ada administrasi yang tidak sesuai dengan kondisi lahan yang diperjualbelikan itu. kita harapkan juga aparat penegak hukum tanggap dengan persoalan ini demi masa depan petani,” tandasnya.
Sumber:
http://www.baselpos.com/berita-2615-lahan-terlantar-marak-diperjualbelikan-ketua-hkti-basel-sebaiknya-dikelola-dan-dimanfaatkan-untuk-pertanian–baselposcom.html
Lahan Terlantar Marak Dijual Oknum Warga ke Oknum Pengusaha Dalam Jumlah Besar, Ketua HKTI Basel: Bagaimana Nasib Petani Kedepan Kalau Sudah Tak Punya Lahan??










