oleh

Sekda Babel Hadiri Forum Bisnis Sagu 2026, PT Bangka Asindo Agri Bidik Peluang Pasar Internasional

BABEL.SIBERINDO.CO – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Fery Afriyanto, menghadiri Sago Business Forum 2026 yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Industri Agro, Kementerian Perindustrian RI, di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2026).

Kehadiran Sekda Babel Fery Afriyanto dalam forum tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan dunia usaha dalam mengoptimalkan potensi komoditas daerah.

Forum ini mempertemukan pemerintah, pelaku industri, asosiasi, lembaga penelitian, serta calon mitra usaha dari Indonesia dan Jepang untuk mendorong pengembangan industri sagu sekaligus menjajaki peluang investasi.

Kegiatan diawali dengan laporan penyelenggara, sambutan perwakilan Duta Besar Jepang untuk Indonesia, serta penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pengembangan industri pengolahan sagu di Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku. Forum kemudian dibuka secara resmi oleh Menteri Perindustrian.

Baca Juga  Ekspedisi Toba- HPN 2023: Asyiknya Jalan-Jalan Sore dengan Becak Motor Siantar

Dalam forum tersebut disampaikan bahwa Indonesia memiliki sekitar 85 persen dari total lahan sagu dunia. Potensi ini menjadi peluang strategis untuk memperkuat ketahanan dan diversifikasi pangan serta mengembangkan industri berbasis sumber daya hayati.

Pemerintah juga telah menetapkan sagu sebagai komoditas prioritas hilirisasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Sejalan dengan kebijakan tersebut, Direktur Jenderal Industri Agro, Putu Juli Ardika, menyampaikan bahwa Kementerian Perindustrian terus mendorong pengembangan industri pengolahan sagu nasional.

“Kementerian Perindustrian saat ini tengah gencar memfasilitasi pengembangan industri pengolahan sagu nasional melalui berbagai langkah strategis, khususnya dalam meningkatkan nilai tambah dan daya saing industri sagu serta memperkuat rantai pasoknya,” ujar Putu Juli Ardika.

Pengembangan industri sagu tidak hanya diarahkan pada produk pangan seperti mi, bihun, pasta, biskuit, dan beras analog, tetapi juga produk nonpangan, seperti pati termodifikasi, biomaterial, kemasan ramah lingkungan (biopackaging), dan bioetanol. Pemanfaatan hasil samping pengolahan sagu untuk pakan ternak dan biogas turut membuka peluang penerapan ekonomi sirkular.

Baca Juga  RIDWAN HISJAM: Memantapkan Gerakan 234 Akan di Ikuti 30% Pemilih Rakyat Indonesia Pada Pemilu dan Pilkada Serentak Tahun 2024

Forum ini turut menghadirkan pemaparan mengenai dukungan riset, inovasi, dan teknologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta peluang kolaborasi penelitian dan penerapan teknologi industri oleh Prof. Hiroshi Ehara, Presiden The Society of Sago Palm Studies dari Jepang.

Partisipasi Babel dalam forum tersebut ditunjukkan melalui kehadiran PT Bangka Asindo Agri yang mendapat kesempatan mempresentasikan profil perusahaan dan peluang investasinya bersama tiga perusahaan pengolahan sagu lainnya, yakni PT National Sago Prima, PT Sagolicious, dan PT Galih Sagu Pangan.

Berdasarkan profil perusahaan dalam buku panduan resmi forum, PT Bangka Asindo Agri yang merupakan bagian dari PT Asindo Tech Group bergerak di bidang pengolahan tepung singkong dan sagu. Berdiri sejak 2018, perusahaan ini memiliki kapasitas produksi hingga 250 ton per hari dengan produk utama Premium Sago Flour dan Natural Sago Starch.

Baca Juga  Penanda-tanganan PKS Antara SMSI Dengan TNI AD Bentuk Sinergi Dalam Menjaga NKRI Dan Cita-cita Kemerdekaan

Didukung teknologi pengolahan modern serta penerapan standar sanitasi, keamanan pangan, halal, dan SNI, PT Bangka Asindo Agri memiliki potensi untuk memperluas jangkauan pemasaran produknya. Keikutsertaan dalam forum ini menjadi kesempatan memperkenalkan kapasitas industri pengolahan sagu dari Bangka Belitung kepada calon mitra usaha dan pasar internasional.

Melalui pengembangan industri seperti PT Bangka Asindo Agri, diharapkan hilirisasi sagu di Babel semakin berkembang, meningkatkan nilai tambah, membuka peluang investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan daya saing produk unggulan hingga pasar internasional.(***)

News Feed