oleh

Rekomendasi RDP DPRD Babar Tak Dianggap, Nelayan Akan Gelar Aksi Lebih Besar.

Penulis : La Ode M. Murdani.

SIBERINDO, BABEL — Meski Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilakukan DPRD Babar, PT Timah tbk dan Nelayan desa Belo Laut kecamatan Mentok kabupaten Bangka Barat di ruang Mahligai Betason, Rabu (02/12/2020) kemarin menghasilkan 2 Point rekomendasi.

Yang salah satu isi point rekomendasi tersebut menghentikan aktivitas Kapal Isap Produksi (KIP) karena menjelang pilkada di kab. Bangka Barat.

Mirisnya, meski isi rekomendasi dari DPRD Babar disaat RDP kemarin sudah disampaikan, Sejumlah KIP Mitra PT Timah Tbk tak mengindahkan rekomendasi tersebut.

Baca Juga  Batik Air Kembali Mengudara ke Babel, Pj Gubernur Safrizal: Sangat Membantu Masyarakat Dalam Penanganan Inflasi

Bagaimana tidak, sebanyak 6 Unit KIP masih terus beroperasi, tak hanya itu spanduk Pro pun masih terpasang di sekitar pantai yang dipasang oleh oknum Panitia KIP.

Pantauan Okeyboz.com, saat berada dilokasi tampak 6 unit KIP masih terus parkir dan beroperasi di wilayah Pesisir Pantai desa Belo Laut kecamatan Muntok.

Mirisnya lagi, permintaan DPRD Babar dan Nelayan pun tidak dipedulikan oleh PT Timah.

Soni nelayan setempat mengaku sangat kecewa dengan pihak PT Timah Tbk karena tidak menggubris permintaan dan kesepakatan diruang rapat Mahligai Betason saat RDP, Rabu (02/12/2020) kemarin.

Baca Juga  Kasus Aktif COVID-19 di Bangka Tengah Bertambah Jadi 83 orang

“Inilah pak padahal kan kemarin kita sudah rapat sama-sama dan sudah sepakat akan menghentikan Kapal ini tapi masih bekerja, bagaimana ini Pak,” kata Soni

Menurut Soni pihak KIP dalam hal ini jangan memancing kemarahan Masyakarat Nelayan. Pihak nelayan sudah banyak bersabar selama ini tidak mengambil tindakkan.

Kalau masih begini terus kami akan membuat aksi besar-besaran hingga ribuan orang dari berbagai Desa,” tegas Soni.

“Kami akan lihat hari ini, jika kapal itu tidak segera angkat kaki dari laut kami, kami akan koordinasi untuk menggelar aksi  besar-besaran bila perlu ribuan kami kumpulkan,” ucapnya.

Baca Juga  SMP Negeri 2 Pangkalpinang Masuk 10 Besar Peraih Penghargaan Wajah Bahasa Tingkat Nasional

Senada dengan Noridi mengatakan pihaknya kecewa hasil rapat itu seperti di anggap main-main.

“Kami ini seperti apa, di anggap main-main oleh PT Timah. Oke saya lihat hari ini masih belum juga keluar dari laut kami, kami akan gelar aksi Besar-besaran dengan jumlah ribuan orang.”ungkapnya.

Sementara pihak PT. Timah Tbk saat dihubungi lewat sambungan telepon belum memberikan jawaban untuk konfirmasi terkait masih beroperasinya KIP di Perairan Desa Belo Laut pasca RDP.(OB)

News Feed