Penulis : Salman Ahda Ferdian
SIBERINDO, BABEL – Wahana Lingkungan Hidup atau WALHI Bangka Belitung menginisiasi dialog publik anak muda berbicara lingkungan. Dialog publik ini mengupas tentang penyelamatan Daerah Aliran Sungai (DAS) dari aktivitas pertambangan ilegal di masa pandemi Covid-19. Sabtu (03/10/2020)
Dialog Publik kali ini menghadirkan narasumber-narasumber ternama seperti Ketua PW GP Ansor Bangka Belitung Masmuni Mahatma, Ketua Umum DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Bangka Belitung Ari Juliansyah, Korda BEM Babel Wahyu, Ketua PKD Mapala Medi Hendra dan Deby Nasrullah salah satu pemuda yang konsen memperjuangkan lingkungan.
“Esensinya industri ekstraktif memang perlu di perkuat agar banyak rupiah masuk kedalam daerah. Semakin besar nominal mata uang masuk menunjukkan semakin tinggi pula perputaran uang di Bangka Belitung, kita ketahui bahwa perputaran uang menjadi paramater pertumbuhan ekonomi”, kata Ari dalam penyampaian materinya sebagai salah satu narasumber dialog publik tersebut.
“Namun, selama ini yang terjadi industri ekstraktif seperti pertambangan timah, perkebunan monokultur skala besar hingga hutan tanam industri seringkali menjadi penyebab utama kerusakan lingkungan terutama di daerah aliran sungai, hipotesanya ada eksploitasi melanggar aturan yang di lakukan oleh korporasi kapitalistik murni sebagai bentuk keserakahan. Aktivitas produksi yang tidak adaktif dan proporsional, padahal Sungai menjadi salah satu perwujudan di Bumi yang ada di Surga, sungai simbol keindahan.”lanjut Ari.
Ari juga menginformasikan bahwa ada 42 izin usaha produksi yang beroperasi di daerah aliran sungai (DAS) Provinsi Kep. Bangka Belitung. Bayangkan jika terjadi kerusakan, terdapat limbah hingga unsur serta mineral berbahaya di tubuh air sungai yang lambat laun di hantarkan ke laut sebagai hilirisasi air darat kata Ari di sela-sela materinya.
“Al-Baqarah ayat 30 mengingatkan kita pada dialog Allah SWT dengan para Malaikat jauh sebelum Nabi Adam di ciptakan bahwa manusia sebagai khalifah di muka Bumi ini yang berhak memanfaatnya, menjaga serta melestarikan. Bukan menimbulkan kerusakan akibat pemanfaatan yang berlebihan, culas dan curang padanya seperti prediksi para Malaikat yang terdapat pada dialog tersebut.”tutupnya.(aditya)
Sumber : https://okeyboz.com/index.php/2020/10/03/aspek-ekonomi-hingga-lingkungan-dari-industri-ekstraktif/










