oleh

Aset Pemerintah Bernilai Milyaran Rupiah Hilang, Siapa Yang bertanggung – jawab? 

Bangka Selatan, Siberindo.co– Sampai saat ini berdasarkan pantauan asatuonline.id belum ada pihak yang bertanggung – jawab terhadap hilangnya aset pemerintah berupa peralatan proyek Sistem Penyediaan Air Minum ( SPAM ) di Desa Permis Kecamatan Simpang Rimba Kabuaten Bangka Selatan.

Jangankan bertanggung – jawab, melaporkan kepada pihak Kepolisian juga tidak. Padahal proyek itu milik pemerintah, aset negara yang wajib dijaga.

Namun ada yang aneh dalam hal itu, yang memunculkan beberapa pertanyaaan masyarakat terkait hilangnya barang milik negara yang bernilai Milyaran Rupiah itu.

Tukiyem salah seorang penjual makanan yang mangkal di Desa Permis kepada asatuonline.id mengeluhkan bahwa Air bersih untuk mencukupi kebutuhan Air untuk warungnya berjualan setiap hari selalu mengandalkan dari sumur tetanga. Tukiyem sangat berharap jika ada air SPAM yang bisa mengaliri air bersih ke rumahnya.

BACA JUGA:  Heboh! Gugatan Penggugat Ditolak, Puluhan Warga Kenanga Nyanyikan Lagu Indonesia Raya

“Kami disini sangat sulit mendapatkan air bersih untuk minum dan kebutuhan lainnya, kami selalu mengandalkan sumur dari para tetangga, padahal kalau ada SPAM seperti di Jawa alangkah enanknya,” imbuh Tukiyem, Sabtu (14/8/2021).

Begitu juga beberapa warga Desa Permis yang berhasil dikonfirmasi asatuonline.id, semua mengatakan sangat enak kalau ada air SPAM, mereka tidak jauh – jauh mengambil air bersih, baik untuk mandi dan keperluan yang lainnya.

“Kalau ada SPAM enak ya, jadi kami tidak jauh – jauh mengambil air bersih,” ujar Bibi Romlah warga Desa Permis.

Nah sebenarnya keluhan masyarakat Desa Permis itu tidak akan terjadi jika pihak SPAM Babel dan pihak Desa Permis benar – benar benar memanfaatkan proyek SPAM Desa Permis tersebut. Karena pada tahun 2014 Pemerintah sudah membangun proyek SPAM di Desa Permis Kecamatan Simpang Rimba Kabupaten Bangka Selatan senilai 5 Milyar lebih.

BACA JUGA:  Terkait Mantan Gub Bengkulu AG Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Andreas : Tidak Ada Muatan Politik Sama Sekali

Namun sejak dibangun tahun 2014 yang lalu sampai saat ini proyek SPAM itu tidak pernah bisa dinikmati masyarakat, artinya proyek itu bisa dikatagorikan proyek gagal, proyek mangkrak ataupun proyek yang tidak berguna bagi masyarakat, artinya nilai kerugian negaranya adalah senilai sejumlah dana proyek yang dikeluarkan untuk pembangunan itu.

Kemudian lebih parahnya lagi, berdasarkan pantauan asatuonline.id pada Sabtu (14/8/2021) , semua peralatan didalam proyek itu hilang diduga dicuri oleh orang tidak dikenal ( OTD).

Padahal didalam itu ada Travo Listrik bernilai Milyaran Rupiah, ada Pompa Mesin bernilai Ratusan Juta Rupiah dan banyak Pipa – Pipa Besi yang mahal dan masih banyak lagi barang lainnya, semuanya hilang.

BACA JUGA:  Ungkap Kasus 200 Kg Shabu Dari Myanmar, Kapolda: Ini Modus Baru Pengiriman Dimasa Pandemi

Sementara itu Kepala Desa Permis Rahmi mengaku tidak mengetahui siapa yang mencuri peralatan dan mesin Pompa SPAM Desa Simpang Rimba itu, kapan hilangnya juga pihak Desa Permis tidak mengetahui karena menurut Pihak Desa Permis, pihak Satker SPAM Babel tidak pernah menyerahkan aset SPAM itu untuk dikelola oleh pihak desa.

“Selama saya menjabat Kepala Desa Permis, sampai saat ini pihak Satker SPAM Babel tidak pernah menyerahkan aset SPAM itu untuk dikelola oleh desa, dan sampai saat ini juga proyek itu tidak pernah kami mempergunakannya,” imbuh Rahmi.

Sementara pihak Satuan Kerja SPAM Babel sampai saat ini belum memberikan keterangannya, padahal asaruonline.id sudah mengirimkan pesan whats app sejak kemarin Sabtu ( 14/8/2021)..( ** )

 

 

 

 

News Feed